Rabu, 01 Juli 2009

Kurs, Inflasi, Suku Bungan, Bursa Efek Indonesia

PENGARUH KURS, INFLASI DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN PROPERTI PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003 – 2007

Oleh : Siti Hajar

Sektor properti pernah dituding sebagai salah satu penyebab krisis ekonomi yang memuncak pada tahun 1998, timbunan kredit macet di sektor properti, termasuk aset-aset properti milik para pemilik bank yang dilikudasi yang mencapai 70 triliun dipandang sebagai salah satu penyebab ambruknya sektor perbankan, sehingga menyeret seluruh perekonomian pada krisis amat parah, yang dampaknya masih terasa hingga kini.

Maksud dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada khalayak berkenaan dengan resiko saham properti dan kaitannya terhadap inflasi serta tingkat suku bunga SBI. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui inflasi, kurs dan suku bunga SBI secara simultan terhadap harga saham perusahaan properti, (2) untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap harga saham perusahaan properti, (3) untuk mengetahui pengaruh kurs terhadap harga saham perusahaan properti, dan (4) untuk mengetahui pengaruh suku bunga SBI terhadap harga saham perusahaan properti.

Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan pendekatan kuantiatif yaitu pendekatan yang menentukan teknik dan alat ukur yang objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan properti yang terdaftar di pasar modal Indonesia, sedangkan sampelnya adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipilih dengan metode (purposive) judgement sampling. Statistik deskriptif dilakukan terhadap data kurs, inflasi, suku bunga deposito, dan harga saham, yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fluktuasi variabel-variabel yang diteliti. Untuk melakukan pengujian terhadap pengaruh variabel-variabel bebas, baik secara keseluruhan maupun parsial digunakan statistik parametrik, yakni regresi linear berganda.

Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan: (1) Hasil perhitungan dengan menggunakan α = 5%, menunjukkan bahwa hanya satu variable bebas yaitu variable suku bunga SBI yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat (Y) secara parsial. Variabel bebas secara keseluruhan hanya memberikan pengaruh sebesar 23,5% (Koefisien determinasi/R2) terhadap varibel terikat, sehingga 76,5% dari variable terikat ditentukan oleh berbagai factor diluar faktor-faktor yang dikategorikan sebagai variable bebas dalam penelitian ini. (2) Hasil analisis mengindikasikan bahwa faktor-faktor ekonomi tersebut sebagian besar tidak mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham properti, kecuali variabel suku bunga SBI. Dilain pihak, faktor-faktor diluar variable bebas ternyata lebih banyak mempengaruhi pergerakan harga saham properti. Faktor-faktor lain ini bias saja merupakan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi politik, hankam, konsistensi dalam penegakan hukum, sosial budaya, dan sebagainya.

Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar