PENGARUH KURS, INFLASI DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN PROPERTI PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003 – 2007
Oleh : Siti Hajar
Sektor properti pernah dituding sebagai salah satu penyebab krisis ekonomi yang memuncak pada tahun 1998, timbunan kredit macet di sektor properti, termasuk aset-aset properti milik para pemilik bank yang dilikudasi yang mencapai 70 triliun dipandang sebagai salah satu penyebab ambruknya sektor perbankan, sehingga menyeret seluruh perekonomian pada krisis amat parah, yang dampaknya masih terasa hingga kini.
Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan: (1) Hasil perhitungan dengan menggunakan α = 5%, menunjukkan bahwa hanya satu variable bebas yaitu variable suku bunga SBI yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat (Y) secara parsial. Variabel bebas secara keseluruhan hanya memberikan pengaruh sebesar 23,5% (Koefisien determinasi/R2) terhadap varibel terikat, sehingga 76,5% dari variable terikat ditentukan oleh berbagai factor diluar faktor-faktor yang dikategorikan sebagai variable bebas dalam penelitian ini. (2) Hasil analisis mengindikasikan bahwa faktor-faktor ekonomi tersebut sebagian besar tidak mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham properti, kecuali variabel suku bunga SBI. Dilain pihak, faktor-faktor diluar variable bebas ternyata lebih banyak mempengaruhi pergerakan harga saham properti. Faktor-faktor lain ini bias saja merupakan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi politik, hankam, konsistensi dalam penegakan hukum, sosial budaya, dan sebagainya.
Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar